Langsung ke konten utama

Quarter Life Crisis?

aku sedang berada di fase yang aneh..
apa yg orang sebut sebagai quarter life crisis atau apapun namanya...

rasanya hampa,,
aku tak merasa bahagia
atau merasa bahagia namun berasa sedih juga
perubahan yang aneh, cenderung drastis
terlebih ada masalah di keluargaku
atau aku yang tak menyukai pekerjaanku, hanya menyukai gajiku
aku yang hanya ingin bermain
aku yang takut akan tanggung jawab
atau apapun yang menurutku kenapa harus kau lakukan
apakah ini salah? rasanya iya..
aku jenuh
aku bosan
aku sama sekali tidak merasa menikmati
apakah mereka merasakan sama?

aku punya seseorang yang boleh lah di sebut pacar
tapi juga tidak berfungsi
apa fungsinya?
siklus bilang i love you yang tidak ada rasa lagi?

aku punya teman yang tentu saja aku bisa sharing semua hal
tapi, penguat kata saja
dia juga punya masalahnya masing-masing
dan tak pantas jika aku hanya mengeluh saja ke dia

arghhh aku benar-benar jenuh
bosan
apa tujuan hidupku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelaki Baru

Akhirnya, aku memutuskan hubungan setelah 4 tahun menjalani hubungan dengan seorang pria. Hal yang sangat sulit aku jalani awalnya, setelah berbulan-bulan kami bersama. Setelah semua sudah aku pikirkan matang, melalui sharing dengan banyak orang. Ya, 4 tahun, perjuangan yang rasanya memang terasa sia-sia. Tapi, mau bagaimana lagi.. Perjuangannya rasanya timpang. Hal yang aku harapkan tak kunjung datang. Aku menuntutnya untuk bekerja (ya, dia memang belum bekerja) tapi tak ada perubahan. Soal agama juga kita tidak bisa satu paham, walaupun agama kita sama. Apa yg harus aku perjuangkan demi dia? Dan, akhirnya aku menemukan seseorang.. Yang sejauh ini "sama" denganku.. Pemikirannya, cara pandangnya, konsep ketuhananya.. Memang terlalu cepat jika aku mengatakan bahwa dia yang terbaik.. Kami juga masih saling mencoba mengenali.. Aku pun masih terlalu takut untuk memulai, walaupun rasa untuknya sudah tumbuh dan makin menguat.. Tapi, entahlah.. Rasanya aku bersy...

Teringat

Ternyata, sudah masuk minggu kedua bulan Agustus. Ternyata, waktu berlalu tanpa tedeng aling-aling dan tidak peduli apakah aku berjalan ataupun berlari. Dan ternyata, aku [dan keluargaku] masih bisa bertahan hingga detik ini. Alhamdulilah. Kadang, aku bersyukur bisa menjadi sosok yang mudah lupa. Sehingga, hingga detik ini pun kadang aku lupa kalau aku punya masalah ha ha ha. Waktu sudah berlalu sejak Bulan April, dimana awal masalah kami bermula. Dan, semua bisa teratasi pelan-pelan. Sejauh ini aku hanya berdoa, semoga semua selesai dengan baik dan keluarga kami bisa bekumpul dengan bahagia. Terlebih, saat ini kami sudah mulai terbiasa dan terlihat baik-baik saja. Manusia lalu lalang, sekedar mampir atau melonggok saja. Bumi masih berputar tanpa peduli apa masalah yang ada. Bahkan, di Agustus ini tanah di bumi area Lombok bergoyang. Masalah ada, muncul tanpa peduli siapa kamu. Dan, aku masih bisa tertawa bahkan bermain mata lagi tanpa ingat usia bahwa hal tersebut tak pantas...

Menikah?

Hoahhhhhhh.. Rasanya beberapa hari ini amburadul perasaanku.. Flashback sebentar, beberapa hari yang lalu. Mama menanyakan soal partnerku yang sekarang, yang baru beberapa minggu bersamaku. Ya emang sih kami memutuskan untuk berniat serius, tapi rasanya tetep aneh kalau ditanyain "Kamu siap?" sama mama. Sampe akhirnya malem minggu kemarin doi disuruh dateng ditanyain sama Bapak (Ayah sambungku). "Kalau emang serius, bilang sama orang tuamu, dateng kesini, semakin cepat semakin baik" Just like.. What?! Ya, aku ingin menikah, tapi rasanya tetap ahh, aku nggak bisa berkat apapun, antara bahagia, cemas, takut, banyak banget seliweran di otakku. Aku sudah menanyai doi beberapa kali soal niatnya, dia jawabnya ya cukup meyakinkan sih, namun tetep aja muncul kecemasan dalam pikiranku. Banyak hal penuh di otakku. Soal adikku, soal materi, soal keluarganya, soal masa depan.. Sebenenya, aku paham hal seperti ini g sepatutnya diragukan, semua sudah ada digaris Tuhan. Kun Fa Ya...