Langsung ke konten utama

Intro

Hmm..
Bagaimana harus memulai untuk postingan pertama di blog ini ya?
Entah Blog keberapa yang aku buat, namun kali ini hanya ingin sebagai blog tempat sampah saja.

Ya, sedang tidak bisa menulis di buku harian, karena rasanya ini lebih berat.
Tahun 2018 menjadi salah satu tahun yang berat [lagi].
Walaupun sebelumnya juga jadi tahun yang berat, namun semua teratasi, kalau yang ini entahlah rasanya butuh berjuang kembali, dengan lebih keras tentunya.
Masalah tumpang tindih dan menjadi-jadi sekarang berbuah jadi 'Hutang'.

Susahnya sekarang adalah tidak ada satupun yang bisa kubagi cerita, tidak satu kawan dekatku tau, bahkan partnerku.
Hanya keluargaku yang mengetahui, dan bagaimana susahnya level kami sekarang.
Masalah awal yang memang tidak bisa kutulis dimanapun.
Menjatuhkan kami sejatuh-jatuhnya.
Ah, semoga bisa kami hadapi dengan baik.
Rasanya kalau aku terbangun di pagi hari, harapanku hanya semua masalah ini hanya mimpi.

Otak sudah buntu, gatau lagi musti bekerja seperti apa.
Menghasilkan nominal dalam jumlah cukup besar itu cukup menguras tenaga, terlebih saat kau tau tidak bisa bercerita pada siapa-siapa.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelaki Baru

Akhirnya, aku memutuskan hubungan setelah 4 tahun menjalani hubungan dengan seorang pria. Hal yang sangat sulit aku jalani awalnya, setelah berbulan-bulan kami bersama. Setelah semua sudah aku pikirkan matang, melalui sharing dengan banyak orang. Ya, 4 tahun, perjuangan yang rasanya memang terasa sia-sia. Tapi, mau bagaimana lagi.. Perjuangannya rasanya timpang. Hal yang aku harapkan tak kunjung datang. Aku menuntutnya untuk bekerja (ya, dia memang belum bekerja) tapi tak ada perubahan. Soal agama juga kita tidak bisa satu paham, walaupun agama kita sama. Apa yg harus aku perjuangkan demi dia? Dan, akhirnya aku menemukan seseorang.. Yang sejauh ini "sama" denganku.. Pemikirannya, cara pandangnya, konsep ketuhananya.. Memang terlalu cepat jika aku mengatakan bahwa dia yang terbaik.. Kami juga masih saling mencoba mengenali.. Aku pun masih terlalu takut untuk memulai, walaupun rasa untuknya sudah tumbuh dan makin menguat.. Tapi, entahlah.. Rasanya aku bersy...

Teringat

Ternyata, sudah masuk minggu kedua bulan Agustus. Ternyata, waktu berlalu tanpa tedeng aling-aling dan tidak peduli apakah aku berjalan ataupun berlari. Dan ternyata, aku [dan keluargaku] masih bisa bertahan hingga detik ini. Alhamdulilah. Kadang, aku bersyukur bisa menjadi sosok yang mudah lupa. Sehingga, hingga detik ini pun kadang aku lupa kalau aku punya masalah ha ha ha. Waktu sudah berlalu sejak Bulan April, dimana awal masalah kami bermula. Dan, semua bisa teratasi pelan-pelan. Sejauh ini aku hanya berdoa, semoga semua selesai dengan baik dan keluarga kami bisa bekumpul dengan bahagia. Terlebih, saat ini kami sudah mulai terbiasa dan terlihat baik-baik saja. Manusia lalu lalang, sekedar mampir atau melonggok saja. Bumi masih berputar tanpa peduli apa masalah yang ada. Bahkan, di Agustus ini tanah di bumi area Lombok bergoyang. Masalah ada, muncul tanpa peduli siapa kamu. Dan, aku masih bisa tertawa bahkan bermain mata lagi tanpa ingat usia bahwa hal tersebut tak pantas...

Menikah?

Hoahhhhhhh.. Rasanya beberapa hari ini amburadul perasaanku.. Flashback sebentar, beberapa hari yang lalu. Mama menanyakan soal partnerku yang sekarang, yang baru beberapa minggu bersamaku. Ya emang sih kami memutuskan untuk berniat serius, tapi rasanya tetep aneh kalau ditanyain "Kamu siap?" sama mama. Sampe akhirnya malem minggu kemarin doi disuruh dateng ditanyain sama Bapak (Ayah sambungku). "Kalau emang serius, bilang sama orang tuamu, dateng kesini, semakin cepat semakin baik" Just like.. What?! Ya, aku ingin menikah, tapi rasanya tetap ahh, aku nggak bisa berkat apapun, antara bahagia, cemas, takut, banyak banget seliweran di otakku. Aku sudah menanyai doi beberapa kali soal niatnya, dia jawabnya ya cukup meyakinkan sih, namun tetep aja muncul kecemasan dalam pikiranku. Banyak hal penuh di otakku. Soal adikku, soal materi, soal keluarganya, soal masa depan.. Sebenenya, aku paham hal seperti ini g sepatutnya diragukan, semua sudah ada digaris Tuhan. Kun Fa Ya...